Tampilkan postingan dengan label Jenis Limbah B3. Tampilkan semua postingan
Fly ash batubara adalah material yang memiliki ukuran butiran yang halus berwarna keabu-abuan dan diperoleh dari hasil pembakaran batubara. Pada pembakaran batubara dalam PLTU, terdapat limbah padat yaitu abu layang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash). Partikel abu yang terbawa gas buang disebut fly ash, sedangkan abu yang tertinggal dan dikeluarkan dari bawah tungku disebut bottom ash. Di Indonesia, produksi limbah abu dasar dan abu layang dari tahun ke tahun meningkat sebanding dengan konsumsi penggunaan batubara sebagai bahan baku pada industri PLTU.
Sedangkan Abu terbang merupakan limbah padat hasil dari proses pembakaran di dalam furnace pada PLTU yang kemudian terbawa keluar oleh sisa-sisa pembakaran serta di tangkap dengan mengunakan elektrostatik precipitator. Fly ash merupakan residu mineral dalam butir halus yang dihasilkan dari pembakaran batu bara yang dihaluskan pada suatu pusat pembangkit listrik. Fly ash terdiri dari bahan inorganik yang terdapat di dalam batu bara yang telah mengalami fusi selama pembakarannya. Bahan ini memadat selama berada di dalam gas-gas buangan dan dikumpulkan menggunakan presipitator elektrostatik. Karena partikel-partikel ini memadat selama tersuspensi di dalam gas gas buangan, maka partikel-partikel fly ash umumnya berbentuk bulat. Partikel-partikel fly ash yang terkumpul pada presipitator elektrostatik biasanya berukuran (0.074 – 0.005 mm). Bahan ini terutama terdiri dari silikon dioksida (SiO2), aluminium oksida (Al2O3) dan besi oksida (Fe2O3).
Fly ash dan bottom ash dikategorikan sebagai limbah B3 karena terdapat kandungan oksida logam berat yang akan mengalami pelindihan secara alami dan mencemari lingkungan. Yang dimaksud dengan bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusakkan lingkungan hidup, dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Fly ash batubara mengandung unsur kimia antara lain silika (SiO2), alumina (Al2O3),fero oksida (Fe2O3) dan kalsium oksida (CaO), juga mengandung unsur tambahan lain yaitu magnesium oksida (MgO), titanium oksida (TiO2), alkalin (Na2O dan K2O), sulfur trioksida (SO3), pospor oksida (P2O5) dan karbon. Adapun komposisi kimia dan klasifikasinya seperti dapat dilihat pada tabel
1.
Limbah B3
Padat :
fly ash, bottom ash, dust casting, dust grinding,
sand foundry, slag, limbah karbit, paper
sludge, kemasan bekas, shaving, sludge IPAL, spent earth, silica gel, buffing dust, carbon active, glass wool,
polimer bekas, reject/expired material
atau produk, kemasan bekas, toner bekas, resin, limbah medis, contaminated material, gypsum, crush glass, zink waste,
ash/dust/dross (aluminium, kuningan, & tembaga), oil filter, absorban
bekas, scrap logam terkontaminasi, drilling
mud, tanah terkontaminasi, katalis bekas, electronic waste, aki bekas, baterai bekas, mill scale, incinerator ash,
sand blasting, lampu TL bekas, sludge painting, majun terkontaminasi, saw dust terkontaminasi,
2.
Limbah B3 Cair
:
Solvent bekas, thinner bekas, oli bekas, minyak kotor, sludge oil, slope oil, grease, gemuk
bekas, coolant bekas, larutan
asam/alkali, larutan basa, produk kadaluarsa cair, bekas pencucian, pelarut
bekas (water based), lab waste, waste water dari industri lain, developer,
fixer
Langganan:
Postingan (Atom)


Follow Us